Selasa, 17 Januari 2012

Apakah Mengabaikan Misa itu Dosa Berat?

Saya mengunjungi sanak-saudara sesudah Paskah; menyedihkan sekali mereka tidak ikut merayakan Misa. Saya pergi ke Misa dan mencoba mengingatkan mereka bahwa mengabaikan Misa merupakan dosa berat. Kata mereka, “Oh, itu kan dulu. Sekarang tidak ikut Misa bukan lagi dosa berat.” Bagaimana pendapat anda? Mohon penjelasan.
~ seorang pembaca dari Manassas

Daripada menjawab pertanyaan di atas hanya dari sudut pandang “mengabaikan Misa adalah dosa,” pertama-tama kita patut mengingat kembali akan pentingnya Perayaan Misa. Setiap hari Minggu, kita berkumpul bersama sebagai suatu Gereja dengan hati penuh sukacita untuk beribadat kepada Allah yang Mahakuasa. Kita mengenangkan dan menyatakan iman kita sekali lagi akan misteri keselamatan kita, yaitu bahwa Yesus Kristus, Putra Allah, sengsara, wafat dan bangkit pada hari ketiga demi keselamatan kita. Peristiwa-peristiwa Kamis Putih, Jumat Agung dan Minggu Paskah dirangkum sepenuhnya dan seluruhnya dalam Kurban Kudus Misa. Konstitusi tentang Liturgi Suci (Sacrosanctum Concilium) Konsili Vatikan II menegaskan, “Sebab melalui Liturgilah dalam Korban Ilahi Ekaristi, `terlaksanalah karya penebusan kita'. Liturgi merupakan upaya yang sangat membantu kaum beriman untuk dengan penghayatan mengungkapkan Misteri Kristus serta hakekat asli Gereja yang sejati.” (SC #2).

Di samping itu, dalam Perayaan Misa, setiap umat beriman Katolik diperkaya dengan

Sabtu, 14 Januari 2012

MELIHAT MASA LALU, MEMBANGUN MASA DEPAN

“Mulut orang benar adalah sumber kehidupan, tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman. Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran….Jalan Tuhan adalah perlindungan bagi orang yang tulus, tetapi kebinasaan bagi orang yang berbuat jahat
 (Amsal 10, 11-12.29)”.

 

Melihat dan memandang kembali ke masa lalu kadang-kadang merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan atau menyakitkan bagi hidup kita. Hal ini karena kita harus dengan berani melihat kembali kesempatan emas yang tak digenggam di masa silam dan berbagai keterpurukkan sikap yang menyakitkan Tuhan, sesama dan diri kita sendiri, yang pernah menjadi bagian cukup penting dalam kehidupan kita, yang mungkin akan mengakibatkan kita menyesal berkepanjangan. Hidup kita pasti akan menjadi lain apabila kita sungguh menangkap kesempatan emas yang telah berlalu dan tak akan pernah kembali lagi tersebut, atau juga kita akan melihat kembali keputusan yang salah yang pernah dibuat di masa lalu yang beban akibatnya harus dipikul di saat ini.

Adalah menjadi kenyataan bahwa

Kamis, 12 Januari 2012

Pernahkah Orang Memberimu Kepercayaan?

Orang-orang kepercayaan adalah orang yang telah sekian lamanya menunjukkan bahwa ia layak untuk mendapatkan kepercayaan itu. Amat jarang orang yang baru bekerja dalam jangka waktu singkat lalu langsung diberikan kepercayaan. Bila itu ada, maka barangkali orang itu memiliki hubungan tertentu, misalnya keluarganya sendiri atau orang lain yang direkomendasikan oleh sahabat atau kenalannya. Namun hal itu hanyalah kepercayaan yang diberikan karena keterkaitan tertentu atau rekomendasi. Tapi kepercayaan yang murni diberikan kepada seseorang kalau ia telah membuktikan selama bertahun-tahun atau dalam jangka waktu yang panjang bahwa ia setia, jujur, adil, dewasa, bijaksana dan pandai, dapat dipercaya dan diandalkan untuk melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang penting. Ia diharapkan tidak akan membelot atau menyalah-gunakan kepercayaan yang diberikan kepadanya. 

Karena kalau hal itu terjadi, ia akan

Jumat, 06 Januari 2012

MENGAPA MISA JUMAT PERTAMA?

MENGAPA MISA JUMAT PERTAMA?
(ph, skolastikat msc pineleng/percikan hati) 

1.  PERAYAAN JUMAT PERTAMA
Cukup banyak umat yang terpanggil untuk menghadiri misa Jumat pertama sebagaimana mereka merasa wajib untuk menghadiri misa pada hari Minggu.  Apakah latar belakang di balik perayaan Jumat pertama? 

2.  ASAL-USUL JUMAT PERTAMA.
Perayaan Jumat pertama menunjuk pada devosi kepada Hati Kudus Yesus yang sebenarnya sudah dimulai pada abad 11 dan 12 Masehi di lingkungan biara Benediktin dan Sistersian.  Pada abad 13-16 Masehi, devosi ini menurun dan mulai hidup lagi pada pertengahan akhir abad 16, salah satunya oleh Yohanes dari Avila (1569).

Pada abad 17, berbagai praktek devosi kepada Hati Kudus Yesus dari beberapa tokoh spiritual mulai menjamur, di antaranya Santo Fransiskus Borgia, Santo Aloysius Gonzaga dan Beato Petrus Kanisius.  Namun semuanya itu hanyalah devosi yang bersifat pribadi.  Beato Yohanes Eudes (1602-1680) membuat devosi ini menjadi devosi umat, yang dirayakan dalam peribadatan.  Ia bahkan menetapkan pesta liturgi khusus untuk devosi kepada Hati Kudus Yesus ini.  Pada tanggal 31 Agustus 1670, pesta liturgis pertama untuk menghormati Hati Kudus Yesus dirayakan dengan begitu agung di Seminari Tinggi Rennes, Perancis.

Walaupun demikian, perayaan Hati Kudus Yesus pada masa itu belum menjadi perayaan resmi gereja sedunia, tetapi merupakan awal devosi kepada Hati Kudus Yesus untuk seluruh Gereja.
 
3.  AWAL JUMAT PERTAMA
Istilah Jumat pertama sebagai devosi kepada Hati Kudus Yesus berawal dari penampakan Yesus kepada Santa Maria Margaretha Alacoque (1647-1690) di Perancis.  Dalam penampakan-Nya, Yesus mengungkapkan rupa-rupa misteri rohani dan permintaan untuk penghormatan khusus kepada Allah.  Pada penampakan ketiga (1674), Yesus menampakkan diri dalam kemuliaan dengan kelima luka penderitaan- Nya yang bersinar bagaikan mentari, dan dari Hati Kudus Yesus tampaklah Hati Kudus Yesus yang mencinta.

Yesus mengungkapkan, bahwa banyak orang tak menghormati dan

Kamis, 05 Januari 2012

Pemberitahuan Peringatan 150 tahun wafatnya pendiri Serikat Kepausan untuk Pengembangan Iman


Kepada yang terkasih

Bapak Uskup,
Para pastores di Keuskupan Manado

Dengan hormat,
Saya mau meneruskan surat dari Direktur Nasional Karya Kepausan Indonesia tentang permohonan dari Sekretaris Jendral Serikat Kepausan Pengembangan Iman Mgr. Timothy Lehane Barrett, SVD agar mengajak Bapak Uskup dan para Pastor untuk mengambil bagian dalam perayaan peringatan 150 tahun wafatnya pendiri serikat kepausan untuk pengembangan iman-Pauline Marie Jaricot (1799-1862) di Lyon, Perancis. Peringatan tersebut hendaknya dirayakan pada tanggal 09 Januari 2012 di paroki/lembaga/komunitas masing-masing.

Pauline Marie Jaricot adalah seorang rasul agung perempuan yang sangat menaruh perhatian pada pengembangan iman di seluruh dunia melalui Solidaritas Derma untuk Gereja Universal dan Rosario Hidup. Maka dari itu kiranya tidak berlebihan bahwa keterlibatan setiap paroki/lembaga/komunitas dalam perayaan peringatan wafatnya ini merupakan bentuk ucapan terima kasih atas jasa sang rasul agung perempuan ini dan sebagai tanda communio Gereja Universal.

Perlu diketahui bahwa baik dari Roma maupun Biro Nasional KKI dan Biro KKI-KM tidak menyediakan rumus khusus untuk perayaan Ekaristinya. Maka dari itu rumusan doa-doanya diserahkan kepada kebijaksanaan Paroki/lembaga/komunitas masing-masing.

Akhirnya, atas perhatian dan kerjasama yang baik, saya menghaturkan limpah terima kasih.

Salam Misioner,

RD. Berthy Imbar
KKI Keuskupan Manado
Catatan.
Kami telah mengirimkan kepada Bapak Uskup, pastores dan lembaga (Tata Perayaan, Poster, Majalah) dalam rangka perayaan Hari Anak dan Remaja ke-169, Minggu 08 Januari 2012. Kegiatannya diserahkan pada kebijakan masing-masing paroki/lembaga/komunitas.
 ===============================
Luckysteven Musung  ::: Info :
SEKAMI PAROKI KRISTUS RAJA KOTAMOBAGU mengadakan Kemah Kreatif Anak Sekami tgl 7- 8 Jan 2012...
Kakak" Pembina KKI datang nech....
Jgn lupa bawa tenda yaa..krn mo camping (bermalam ria)... Ada api unggun lhoo...

Video - Album Foto

Entri Populer